Reruntuhan Istana Persepolis Yang Dibangun Oleh Darius Agung.
Iran sedang bergejolak dua minggu terakhir ini. Dalam jumlah ratusan ribu, warga Iran turun ke jalan di berbagai kota dan berseru-seru Javid Shah!
Javid Shah artinya Hidup Shah! Mereka meminta agar putra dari mendiang Shah Iran memimpin negara mereka sebagai raja Iran. Pada abad XX, Iran adalah negara monarki konstitusional.
Putra Mahkota Reza Pahlavi yang berada di dalam pengasingan menanggapi seruan tersebut. Ayahnya mendiang Shah Reza Pahlavi adalah raja Iran yang turun tahta karena gejolak di dalam negeri.

Pengunduran diri Shah Iran ini membawa Imam Khomeini naik sebagai pemimpin pemerintahan dan sekaligus kepala negara di Iran pada 1979. Khomeini menjadikan Iran sebagai negara teokratis yang menjalankan agama dengan sangat keras. Dalam waktu 2 tahun banyak kaum liberal yang turut serta dalam demonstrasi menggulingkan Shah Iran pada 1979 dihukum mati oleh pemerintahan Ayatollah Khomeini.
Muhammad Reza Pahlevi meninggal dunia di Kairo, Mesir pada tahun 1980 dalam keadaan patah hati. Sementara itu wajah kawasan Timur Tengah juga menjadi berubah akibat pergantian sistem politik dan administrasi Iran. Perkembangan selanjutnya, Iran diblokade oleh negara-negara Barat sehingga perekonomiannya juga menghadapi berbagai kesulitan.
Saat ini, Reza Pahlavi dalam berbagai komunikenya, baik melalui media sosial mau pun video, menyatakan ia bersedia untuk memfasiltasi keinginan rakyat Iran. Ia juga meminta agar pemimpin Iran de jure sekarang yakni Ali Khameini mendengarkan permintaan rakyat Iran dan tidak melarikan diri dari tanggung jawab.
Mengapa Iran menjadi pusat perhatian dunia? Ada beberapa hal yang patut dipelajari dari kasus Iran.
Pertama adalah tentang luas kawasan negara Iran. Luasnya adalah 1,648,195 km2. Luas Iran ini setara dengan gabungan negara-negara Eropa Barat yakni Jerman, Prancis, Inggris, Italia dan Spanyol secara keseluruhan. Posisi Iran adalah berada di pertengahah dunia, bahkan disebut sebagai kawasan paling strategis di seluruh dunia. Letaknya berada di Asia serta memiliki kedekatan dengan benua Eropa. Ia memiliki proximitas hubungan diplomatik dengan Rusia, Tiongkok. Iranlah yang menguasai Teluk Persia, teluk yang dipenuhi dengan kapal-kapal dagang yang berlayar antara berbagai negara Arab, dan kawasan Asia lainnya.
Iran adalah jembatan geopolitik Timur dan Barat dalam arti sebenar-benarnya. Negara ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 92,4 juta orang lebih – belum yang terhitung mereka yang mengasingkan diri ke luar negeri. Iran juga terkenal sebagai masyarakat yang mayoritasnya sangat terdidik.

Iran adalah salah satu negara yang memiliki cadangan minyak mentah terbesar di seluruh dunia. Ia juga salah satu negara yang memiliki sumur gas terbesar di bumi.
Ditambah pula, Iran memiliki sumber daya alam mineral yang sangat luar biasa selain juga memiliki lahan yang sangat subur. Dengan semua kekayaan sumber dayanya, Iran bahkan memiliki kapasitas mampu memberikan energi bagi seluruh kawasan Teluk Persia.
Jelas, Iran bukan negara yang miskin. Tetapi Iran adalah negara yang berada di bawah pemerintahan yang menitik beratkan kepada politik kawasan. Iran juga dalam kondisi terblokade secara komersial selama 40 tahun lebih.
Negara Iran juga bukan negara kemarin sore. Iran memiliki sejarah yang sudah berlangsung ribuan tahun. Peradaban pertama dunia ada di kawasan Iran. Para penguasa Persia, nama asli Iran, adalah pendiri kekaisaran yang memiliki konsep dewa raja, yakni dia berkuasa secara absolut. Semua titah dan keputusan para kaisar Persia diguratkan di atas prasasti yang sampai sekarang masih tersimpan dan lestari.
Pada saat negara-negara modern di berbagai benua baru muncul pada abad XVI ke atas, Persia telah menjadi negara yang memiliki sejarah tertulis selama ribuan tahun. Para kepala negara Persia yang terkenal bahkan dikoroborasikan dalam kronika sejarah kerajaan lain.

Para penguasa Persia memiliki nama yang dikenal para siswa sejarah. Cyrus Agung (559-530 SM), misalnya, yang membangun Kekaisaran Persia dan terkenal dengan peraturan perundang-undangannya (Silinder Cyrus) yang menekankan pentingnya hak asasi manusia. Ia juga terkenal berhasil menaklukkan berbagai kawasan dan menambah luasnya kerajaannya dalam jumlah yang tidak tertandingi oleh raja-raja sesudahnya.
Kaisar terkenal lainnya adalah Darius Agung (559–530 SM) yang mengelola kekaisarannya dengan bentuk provinsi, membangun jalan raya di wilayah negaranya, menstandarisasikan mata uang dan mengatur administsrasi negaranya yang luas, serta membangun kota agung Persepolis yang keindahannya masih dapat dinikmati selama ratusan tahun lamanya.
Tokoh agung lainnya adalah Xerxes I (486-465 SM) putra Darius Agung. Xerxes terkenal karena membangun jembatan ponton di Hellespont untuk menyeberangkan bala tentaranya yang berjumlah 300.000 orang dalam rangka menginvasi Yunani.
Kaisar Artaxerxes tercatat sepak terjangnya di dalam Kitab Esther dari Perjanjian Lama pada Alkitab. Dari catatan kronika tersebut diketahui bagaimana suatu peraturan perundang-undangankan diberlakukan dan bagaimana seorang raja mengelola kerajaan yang warganya terdiri dari berbagai suku bangsa yang besar dan tidak terhitung

Persia selama ribuan tahun menjadi pusat kebudayaan, ilmu pengetahuan, arsitektur serta pemerintahan dalam dunia sejarah.
Setelah Iskandar Agung menaklukkan Raja Xerxes III (336-330 SM), Persia mengalami surutnya Persia di dalam lautan sejarah. Pada saat Iskandar Agung menikmati kemenangannya ke ibukota Persia, ia lupa diri. Dalam keadaan mabuk, ia memerintahkan agar kota dan istana Persepolis dibakar.
Namun, Persia tetap menjadi pusat peradaban. Dalam sejarahnya, kota-kota seperti Isfahan dan Tehran juga muncul ke panggung sejarah dengan berbagai kemegahannya.
Beberapa tokoh abad pertengahan dari Persia yang terkenal adalah Avicenna (Ibnu Sina) yang merupakan seorang polymath atau polimatik, yakni orang yang menguasai berbagai pengetahuan. Disebut sebagai bapak ilmu pengobatan modern, pada abad ke X ia menulis The Canon of Medicine yang sempat menjadi rujukan kesehatan dan pengobatan selama ratusan tahun.
Ada pula Al-Khwarizmi (780-850) seorang matematikawan dan ahli astrologi yang namanya dikembangkan menjadi dasar dari penamaan algoritma untuk menjabarkan persebaran konten di internet. Ia juga disebut Bapak Aljabar.
Maka tidak heran, dengan semua kelebihan dan rekam jejaknya yang luar biasa, Persia menarik perhatian dan menjadi prioritas berbagai pihak. Baik Amerika, negara-negara Eropa Barat, Rusia dan Tiongkok, semua mengikuti perkembangan Iran dengan saksama. Apa yang terjadi di Persia, akan berpengaruh besar terhadap kawasan politik di Timur Tengah dan mereka harus mampu memastikan untuk menghadapi perubahan tersebut.

Apa yang terjadi di Iran memiliki dampak signifikan di sektor keuangan, energi, jaringan komunikasi, jalur perdagangan, dan kemampuan strategisnya. Apa yang terjadi di Iran akan berpengaruh besar terhadap semua negara di dunia. Bahkan terhadap Indonesia sekali pun. [R]