Gubernur Minnesota Tim Walz Yang Dipinang Oleh Kamala Harris Untuk Mencalonkan Diri Sebagai Pasangannya Dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2024. Asosiasi Gubernur Negara Bagian Amerika Serikat
Minnesota – Sebelum membicarakan dugaan korupsi luar biasa yang terjadi di Minnesota, mari kita tengok dulu siapa kepala daerahnya. Mengapa harus mengetahui siapa gubernurnya? Sebab Tim Walz sudah menjadi kepala daerah di Minnesota sejak tahun 2019, dan bahkan pada tahun 2024 maju ke Pemilihan Presiden Amerika Serikat sebagai Calon Wakil Presiden dari Partai Demokrat.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah yang terjadi pada pria yang sebelumnya menjadi seorang guru dan veteran Tentara Nasional Amerika Seikat. Tim Walz sudah kalah Pilpres 2024, dan saat ini dia berada di kursi panas.
Dari penyelidikan seorang youtuber dan wartawan independen bernama Nick Shirley yang berhasil membuktikan berbagai kondisi yang ganjil dalam sistem kesejahteraan masyarakat di sana, maka semua korupsi tersebut bermuara kepada Tim Walz dan beberapa pejabat tinggi lainnya.
Penyidikannya itu awalnya dijadikan olok-olok oleh berbagai media arus utama di Amerika Serikat seperti CNN dan MNBC. Tetapi penyidikan pemuda berusia 24 tahun tersebut ternyata memberikan bukti awal yang dipergunakan bagi para penyidik pemerintah pusat dan mereka menemukan bahwa apa yang ditemukan oleh Nick benar adanya.

Lahir dari pasangan orang tua James Frederick Walz dan Darlene Rose Reiman, Timothy James Walz berasal dari keluarga pedagang dan guru. Ayahnya James bekerja sebagai guru dan pengawas sekolah dan sempat menjadi tentara Angkatan Darat pada saat Perang Korea. Ibunya, Darlene, adalah seorang ibu rumah tangga biasa.
Masa kanak-kanak Tim dan ketiga saudara kandungnya merupakan gambaran seorang anak Amerika Serikat yang memiliki masa kecil yang penuh kegiatan dan kegembiraan. Ia tumbuh besar di area Valentine, Nebraska yang dipenuhi dengan pertanian dan peternakan. Di sekolah ia sibuk mengambil ekstra kurikuler olahraga dan setelah sekolah, ia punya kebiasaan berburu bersama kawan-kawannya.
Saat Walz remaja, ayahnya mendapatkan vonis terkena penyakit kanker paru-paru karena Walz senior adalah perokok berat. Mereka lalu pindah ke daerah pertanian di Butte, Nebraska. Di sanalah ia lulus dari Sekolah Menengah Atas pada 1982 dan kuliah di Chadron, Nebraska.
Setelah ayahnya meninggal, Walz pindah ke Texas dan mengambil berbagai kelas di Universitas Houston dengan jurusan Kajian Timur Jauh dan juga terdaftar sebagai Tentara Nasional Angkatan Darat Texas. Perjalanan hidupnya berpindah-pindah hingga ke Jonesboro, Arkansas dan menjadi instruktur dari Tentara Nasional Angkatan Darat Arkansas.
Pada tahun 1987, ia kembali ke kampung halamannya dan menyelesaikan kuliahnya di Chadron State College dimana ia tercatat aktif sebagai Senat Mahasiswa dan merupakan seorang murid yang cemerlang. Lulus pada 1989 dengna gelar sarjana muda di bidang pendidikan ilmu pengetahuan sosial, Walz meneruskan kuliahnya di Universitas Negeri Minnesota di Mankato. Thesisnya berjudul Memperbaiki Hak Asasi Manusia Dan Kajian Genosida di Ruang Kelas Sekolah Menengah Atas Amerika. Konten thesisnya berpusat pada pengajaran mengenai pelajaran Holocaust dan genosida. Selanjutnya ia bekerja sebagai guru dan pelatih olahraga sepakbola Amerika.
Entah apa yang memanggilnya masuk ke dalam politik. Pada tahun 2006, Walz aju ke pemilihan Kongres Amerika Serikat (Dewan Perwakilan Daerah di Indonesia). Dan saat ia berhasil mengalahkan petahanan, Gil Gutknecht dari partai Republik yang sudah terpilih sebanyak enam kali. Pada perjalanan sejarah Walz, ia juga terpilih 5 kali dan merupakan anggota dari Komite Urusan Veteran sejak 2017 hingga 2019.
Setelah menjadi anggota Kongres selama 5 periode, Walz mencoba peruntungannya menjadi gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah pada 2018. Ia langsung terpilih. Pada saat ia menjadi gubernur periode pertama terjadi dua hal yang mengguncangkan Amerika Serikat yakni protes dan huru hara akibat terbunuhnya George Floyd oleh seorang polisi yang bertugas. Yang ke dua adalah pandemi COVID-19.
Sebagai menjabat sebagai kepala daerah pada tahun 2018, Walz memimpin negara bagiannya menghadapi huru-hara orang kulit hitam di daerahnya dan gerakan Black Lives Matter (BLM). Pada bagian ke dua dari jabatannya, saat terpilih kembali pada 2022, ia menghadapi COVID-19 yang mengakibatkan banyak kegiatan ekonomi dan bisnis terhenti.
Ia menggunakan waktu pada saat isolasi pandemi itu untuk mengesahkan berbagai rancangan undang-undang seperti pemberian hak untuk memilih bagi para residivis di Minnesota, pemberian surat izin mengemudi bagi para imigran gelap, membangun tempat pengungsian bagi mereka yang ingin operasi kelamin (trans refuge), legalisasi cannabis (sejenis ganja), modifikasi pajak, makan siang gratis, pemeriksaan latar belakang senapan, kodifikasi peraturan hak-hak pengguguran kandungan, menggratiskan uang kuliah bagi para keluarga yang berpenghasilan rendah.
Pada 6 Agustus 2024, secara mendadak ia dipinang oleh Kamala Harris dalam Pemilihan Presiden 2024. Kamala adalah petahana wakil presiden Amerika Serikat. Dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat, Joe Biden mendapatkan mandat untuk bertarung menjadi presiden yang ke dua kalinya. Tetapi secara mendadak, pada Juli 2025 pencalonan dirinya ditarik oleh istrinya yang khawatir akan kondisi kesehatannya.
Tanpa melewati prosedur terpilih oleh para pengurus Dewan Pengurus Daerah dari berbagai negara bagian, apalagi mendapatkan mandat dari Konvensi Nasional Partai Demokrat yang mengumpulkan berbagai anggota resmi Demokrat, Kamala mengajukan dirinya dan mendapatkan restu dari para anggota Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat.
Kamala dan Tim lantas berkampanye selama 15 minggu dengan menggunakan bantuan keuangan dari para donatur sebesar USD1.500.000.000 (USD1.5 miliar). Tetapi bantuan dana dan juga dukungan dari para anggota partai Demokrat mau pun para simpatisan Demokrat tidak mampu untuk membuat mereka mengalahkan pasangan dari Partai Republik yakni Donald Trump dan JD Vance.
Dari catatan laporan pajak, Kamala menghabiskan dana sebesar itu dan bahkan memiliki hutang sebesar USD20 juta untuk ia lunasi kepada para pemberi kreditnya. Sebagai perbandingan, Donald Trump dan JD Vance hanya mendapatkan donasi sebesar USD382 juta pada saat kampanye dan pemilihan presiden tersebut. Bagian ini dapat dibaca pada seri berikutnya.
Setelah kalah pada Pilpres tahun 2024, Walz mengindikasikan dirinya ingin maju kembali sebagai kandidat petahana gubernur Minnesota pada Pemilihan Kepala Daerah 2026 ini. Akan tetapi karena kondisi yang membuatnya terpojok berkenaan tuduhan korupsi dan pembiaran uang negara mengalir kepada institusi dan pihak-pihak tanpa pertanggungjawaban, Walz mengundurkan diri dari Pilkada.
Pemerintah pusat, dalam hal ini para penyidik kehakiman dari Washington pada awal Januari 2026 sudah dikirimkan ke Minnesota untuk memeriksa penyalah gunaan dana negara yang diperuntukkan bagi layanan-layanan sosial. Penyidikan awal ini merupakan salah satu dugaan penipuan dan penyalahgunaan yang sangat luar biasa karena menggunakan kekuatan administrasi negara dan uang negara, utamanya dari pajak yang dibayar oleh warga baik secara nasional mau pun per negara bagian. [RV]
