Ilustrasi Perbandingan Wajah Warga Liqian Abad XI Dan Patung Tokoh Republik Romawi Abad Pertama Sebelum Masehi. FactsRepublik
Tiongkok Di suatu kawasan di Provinsi Gansu, China, ada suatu desa bernama Liqian. Penduduknya memiliki mata berwarna hijau dan rambutnya berwarna terang. DNA mereka diuji dan dites, dan menghasilkan jejak nenek moyang yang berasal dari Eropa.
Selama puluhan tahun, Desa Liqian berada di dalam diskusi sengit para sejarawan dan ilmuwan lainnya. Ada teori yang menyatakan bahwa pada abad pertama sebelum masehi (SM), ada satu unit perang pasukan Panglima Romawi.
Saat itu Republik Roma mengalami peperangan yang terjadi karena politik ekspansi Kerajaan Parthia. Puncak permusuhan mereka terjadi di Pertempuran Carrhae pada tahun 53 SM.
Catatan kuno menyebutkan bahwa oleh bangsa Parthia, sejumlah besar anggota pasukan Romawi yang tertangkap direlokasikan sebagai tentara bayaran dan bertugas untuk menjaga perbatasan di sebelah timur kerajaan Parthia. Mereka bertugas di perempatan ke dua peradaban purba tersebut yang sekarang di sebut Liqian.
Sejarawan memperkirakan bahwa mantan pasukan Romawi itu menjadi tentara bayaran yang sesungguhnya sehingga pada akhirnya mereka bermigrasi semakin ke arah Asia Tengah dan mencapai perbatasan kawasan kekasiaran Tiongkok. Diperkirakan keturunan mereka bekerja di bawah administrasi para kaisar Dinasti Han.
Dinas Han memastikan agar semua Jalur Sutra yang menjadi urat nadi perdagangannya dengan Asia Tengah dan Laut Mediterania harus menjadi jalur yang aman. Berbagai tulisan Tiongkok kuno yang dilestarikan menyebutkan adanya suatu unit pasukan yang bertempur dengan menggunakan taktik Pertahanan Kura-Kura (testudo). Dalam rekam jejak perang kuno, strategi bertahan testudo ini berasal dari Romawi pada zaman republik.
Pada waktu teknologi pemeriksaan genetika telah ditemukan pada akhir abad XX, maka para warga bermata hijau ini diperiksa DNA-nya. Walau pun hasilnya tidak memiliki kepastian definitif bahwa mereka merupakan keturunan bangsa Romawi, akan tetapi warga Liqian ini memang memiliki keturunan Eropa pada diri mereka. Yang definitif adalah DNA mereka menunjukkan kekentalan keturunan bangsa Han yang menjadi suku mayoritas Tiongkok hingga sekarang.
Lagi pula di kawasan Liqian, tidak ditemukan artefak yang menunjukkan jejak Republik Romawi, baik itu senjata, inskripsi bahasa Latin mau pun kepingan uang Romawi.
Alternatif lain dari kondisi fisik mereka yang khas Eropa tersebut kemungkinan para warga Liqian ini adalah keturunan dari suku-suku Arya yang berada di kawasan Kazakhstan dan Kyrgyztan. Fisik dari suku-suku yang berasal dari dua kawasan tersebut juga menunjukkan keturunan dari Eropa.
Pembuktian ini menyatakan bahwa pada masa purba, manusia telah menjalankan komunikasi, perhubungan, perdagangan, pernikahan campuran dan berbagai kegiatan lainnya. Manusia sudah saling terhubung sejak zaman kuno dan sejarah kerajaan-kerajaan tidaklah berdiri sendiri tanpa ada pengaruh dari kawasan lain. [RV]